Informasi Wisata Indonesia

Thursday
Mar 11th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kuliner Makanan Tradisional Martabak Pecenongan

Martabak Pecenongan

Martabak PecenonganJakarta, erawisata.com. Siang berlalu malam menjelang. Lampu-lampu jalan mulai menyala meski langit masih nampak kelabu terimbas mendung sore itu. Tenda-tenda orange bermunculan menghiasi sisi kanan dan kiri jalan. Kedai-kedai makanan mulai berdiri satu persatu menawarkan aneka hidangan pilihan.

Inilah Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat. Jika malam hari, kawasan pertokoan ini menjadi salah satu pusat jajanan atau wisata kuliner Jakarta. Aneka hidangan dan jajanan mulai dari  restoran mewah sampai warung kaki lima semua tersedia memuaskan selera Anda yang gemar berpetualangan kuliner.

Kawasan ini telah ditetapkan menjadi tempat wisata kuliner oleh pemprov DKI, tak heran banyak masyarakat yang datang ke tempat ini untuk berburu makanan. Tidak hanya warganegara Indonesia, tetapi warganegara asing senang berkunjung dan mencicipi aneka kuliner di sini. Terlebih pada akhir pekan atau malam Sabtu dan Minggu, kawasan  Pecenongan ini selalu ramai.

Salah satu kedai jajanan yang melegenda karena citarasanya adalah Martabak Bandung Asli 65A. Menurut kabar martabak ini yang paling terkenal di Pecenongan, tak heran jika kebanyakan orang menyebutnya Martabak Pecenongan.
Kedai martabak ini memiliki aneka rasa seperti keju, pisang, coklat, kismis dan lainnya untuk jenis martabak manis. Sedangkan untuk martabak telor, menawarkan pilihan rasa seperti ayam, jamur, kornet, dan tuna. Semua rasa yang tersedia juga bisa dikombinasikan sesuai pesanan.

Selain rasanya lezat, martabak yang sudah ada sejak tahun 1970 ini juga memiliki bumbu rahasia yang digemari pembelinya. Wajar jika orang belum bisa dikatakan makan martabak, jika belum makan martabak Pecenongan ini.

Saking terkenalnya, penggemar martabak bukan hanya warga Indonesia, tapi juga wisatawan asing. “Banyak turis asing yang menjadi pelanggan martabak kami. Diantarannya dari Amerika, Korea dan Jerman. Kalo mau lihat, ada fotonya di depan,” kata Agus sambil menunjukan beberapa posenya bersama turis asing yang menempel di etalase.

Karena memiliki keistimewaan rasa, harga martabak yang sekarang dikelola Agustinus Sugiarto ini relatif mahal. Per-loyangnya mulai dari 40 ribu hingga 70 ribu rupiah.  “Masalah harga bukan masalah, karena kualitas dan rasanya sepadan,” ujar salah satu pembeli yang enggan disebutkan namanya.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 20 Januari 2010 06:54 )  

Komentar  

 
0 #1 SURJO DJATMIKO 2010-01-27 10:57
harga martabaknya klu terlalu mahal kasihan orang domestik gakmampu beli
Quote
 

Tambah komentar


Baca juga artikel lainnya di kategori Makanan Tradisional

Nikmatnya Nasi Kebuli 14 April 2009

Sate Padang Mak Syukur 24 Februari 2009

Laksa, Betawi atau Bogor 11 Februari 2009

- Seluruh konten kategori -

Translate page



Tambah entry ke direktori Erawisata.com, Gratis tanpa daftar!

Agenda

There are no events at this time

b_pj

b1