Informasi Wisata Indonesia

Tuesday
Sep 07th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kuliner Makanan Tradisional

Makanan Tradisional

Martabak Pecenongan

Martabak Pecenongan

Jakarta, erawisata.com. Siang berlalu malam menjelang. Lampu-lampu jalan mulai menyala meski langit masih nampak kelabu terimbas mendung sore itu. Tenda-tenda orange bermunculan menghiasi sisi kanan dan kiri jalan. Kedai-kedai makanan mulai berdiri satu persatu menawarkan aneka hidangan pilihan.

Inilah Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat. Jika malam hari, kawasan pertokoan ini menjadi salah satu pusat jajanan atau wisata kuliner Jakarta. Aneka hidangan dan jajanan mulai dari  restoran mewah sampai warung kaki lima semua tersedia memuaskan selera Anda yang gemar berpetualangan kuliner.

Kawasan ini telah ditetapkan menjadi tempat wisata kuliner oleh pemprov DKI, tak heran banyak masyarakat yang datang ke tempat ini untuk berburu makanan. Tidak hanya warganegara Indonesia, tetapi warganegara asing senang berkunjung dan mencicipi aneka kuliner di sini. Terlebih pada akhir pekan atau malam Sabtu dan Minggu, kawasan  Pecenongan ini selalu ramai.

Salah satu kedai jajanan yang melegenda karena citarasanya adalah Martabak Bandung Asli 65A. Menurut kabar martabak ini yang paling terkenal di Pecenongan, tak heran jika kebanyakan orang menyebutnya Martabak Pecenongan.
Kedai martabak ini memiliki aneka rasa seperti keju, pisang, coklat, kismis dan lainnya untuk jenis martabak manis. Sedangkan untuk martabak telor, menawarkan pilihan rasa seperti ayam, jamur, kornet, dan tuna. Semua rasa yang tersedia juga bisa dikombinasikan sesuai pesanan.

Selain rasanya lezat, martabak yang sudah ada sejak tahun 1970 ini juga memiliki bumbu rahasia yang digemari pembelinya. Wajar jika orang belum bisa dikatakan makan martabak, jika belum makan martabak Pecenongan ini.

Saking terkenalnya, penggemar martabak bukan hanya warga Indonesia, tapi juga wisatawan asing. “Banyak turis asing yang menjadi pelanggan martabak kami. Diantarannya dari Amerika, Korea dan Jerman. Kalo mau lihat, ada fotonya di depan,” kata Agus sambil menunjukan beberapa posenya bersama turis asing yang menempel di etalase.

Karena memiliki keistimewaan rasa, harga martabak yang sekarang dikelola Agustinus Sugiarto ini relatif mahal. Per-loyangnya mulai dari 40 ribu hingga 70 ribu rupiah.  “Masalah harga bukan masalah, karena kualitas dan rasanya sepadan,” ujar salah satu pembeli yang enggan disebutkan namanya.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 20 Januari 2010 06:54 )

 

Nikmatnya Nasi Kebuli

Nikmatnya Nasi Kebuli

Dahulu hidangan nasi kebuli terkait erat dengan tradisi, dan disantap bersama-sama seusai peringatan tradisi tersebut. Bukan hanya etnis Betawi atau orang Indonesia yang me...

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 22 Juli 2009 09:01 )

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang Mak SyukurKalau pergi ke padang belum lengkap rasanya kalau belum mencicipi sate padang. Sate padang punya ciri khas tersendiri, kuahnya yang kental dan berwarna kuning, dan rasa p...

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 11 April 2009 14:00 )

Laksa, Betawi atau Bogor

Laksa, Betawi atau BogorLaksa adalah semacam soto berkuah yang bahan dasarnya adalah ketupat, bihun, touge, dan daun kemangi, kemudian disiram kuah kuning yang dibuat dari santan dan kunyit. Di ...

Translate page



Tambah entry ke direktori Erawisata.com, Gratis tanpa daftar!

Agenda

There are no events at this time

b_pj

b1