Jakarta-Erawisata.com. Petualangan sang pemimpi diawali dengan pertemuan Ikal dengan sepupunya, Arai. Arai yang baru saja ditinggal ayahnya, sama sekali tak menampakkan mimik kesedihan saat ayah Ikal menjemputnya. Ketegaran inilah yang membuat Ikal kagum. Ditambah, perangai Arai yang penuh imajinasi, petualangan dan hati yang tulus, membuat Ikal seakan tak mau kehilangannya. Mereka pun bertemu Jimbron, seorang anak yatim piatu yang gagap, menambah seru petualangan menjalani dunia remaja yang penuh mimpi.
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu,” sahut Arai kepada Ikal. Mimpi untuk menginjakan kaki dan kuliah di Paris, mereka tanam di hati. Mereka tak gentar ketika berbagai rintangan satu persatu berdatangan. Semakin giat mereka bekerja untuk mengejar impian. Semangat mereka pun semakin memuncak ketika seorang guru memberikan inspirasi untuk kuliah di Eropa.
Lulus sekolah, Arai dan Ikal mencoba peruntungan mereka di Pulau Jawa. Mereka melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia sambil bekerja serabutan untuk membayarnya. Berbekal gelar sarjana, sebuah kesempatan meraih beasiswa kuliah di Eropa pun tak mereka sia-siakan. Sanggupkah mereka meraihnya dan menginjakan kaki di Eropa.
Dengan latar belakang Pulau Belitung yang indah, film ini menggambarkan sebuah kisah perjuangan hidup yang mengharukan untuk menggapai mimpi, keindahan persahabatan, dan cinta yang tulus antara ayah dan anak.





