Informasi Wisata Indonesia

Friday
Sep 10th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Destinasi Wisata Religi Masjid Jami` Al Ma` Mur Tanah Abang

Masjid Jami` Al Ma` Mur Tanah Abang

Masjid Jami Tanah AbangCukup panjang sejarah dan Riwayat Masjid Jami Al Ma Mur yang berada di Jl. KH. Mas Mansyur, Tanah Abang Jakarta Pusat. Berawal dari sebuah Surau atau Langgar sederhana yang dibangun oleh kakak beradik, yaitu; KH. Abdus Somad Asjuro dan KH. Abdul Murad Asjuro.

Ada beberapa keterangan berbeda mengenai kapan berdirinya surau, ada yang berkesimpulan bahwa surau ini selesai di bangun pada 1782 M. ini didasarkan pada tulisan huruf Arab yang tertera di depan bagian masjid, disebelah tengah kedua kubah (sekarang telah diganti). Sedangkan menurut sejarah perkembangan Islam, cikal bakal Masjid Al Ma`Mur Tanah Abang dibangun pada tahun 1760.

Menurut keterangan Salim Bin Tohir (103 tahun) yang pernah menjadi pengurus masjid, mengatakan bahwa “sebelum masjid dibangun, telah ada surau yang terbuat dari tembok dengan lantai bata merah dan tanpa eternit (langit-langit). Hanya atap langsung dari genteng, dan tempat wudhu dari sumur yang terletak dipojok kiri surau. Jika akan mengumandangkan adzan maka muazin harus naik ke atas genteng terlebih dahulu”.



Pada tahun 1915 karena berkembangnya perkampungan dan jumlah penduduk sekitar Tanah Abang, maka atas inisiatif Abubakar bin Abdurrahman Habsyi surau ini dibangun menjadi Masjid Besar dengan Nama Masjid Jami Al Ma Mur dengan luas tanah 1144 meter persegi. Kontraktor Belanda yang menangani pembangunan masjid ini, dengan arsiteknya bernama STOLTZ.

Semenjak berubah dari surau ke masjid besar, selain tempat beribadah umat Islam, masjid ini sempat di jadikan sebagai markas perjuangan (1940-1950). Sehingga masjid ini pernah manjadi sasaran tentara NICA yang ingin menduduki kembali bangsa Indonesia.
Melihat perkembangan sekarang di Tanah Abang yang dipenuhi oleh pedagang, masjid ini tidak kehilangan fungsinya sebagai tempat ibadah. Malah masjid ini sudah menjadi tempat tinggal dan kegiatan islami anak-anak yatim dan janda-janda tua yang tadinya berkeliaran di sekitar Tanah Abang.

Masjid yang masuk ke dalam kategori kuno di Jakarta ini merupakan masjid yang terbesar sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Nilai sejarah yang cukup penting dan nilai artistik tinggi yang terkandung dalam bentuk bangunan, menjadikan masjid ini menjadi salah satu pilihan untuk dikunjungi dari belasan mesjid tua lainnya yang ada di Jakarta. Terkepung dengan hingar bingarnya aktivitas jual beli di pusat perdagangan Tanah Abang, tidak menghilangkan suasana tenang untuk beribadah di dalamnya.

Masjid Al Ma Mur Tanah Abang juga masih mempunyai koleksi barang antik berupa dua buah jam kuno, tulisan Arab pada kayu jati berupa lafadz niat untuk itikaf, dan tulisan Arab dalam bingkai berupa syair. Ada juga peninggalan berupa mimbar dengan ukiran, serta sebuah bedug dan kentongannya. Di halaman belakang masjid ada tiga buah makam, namun tidak diketahui siapa yang dikuburkan disitu karena nisannya telah hilang.

 

Tambah komentar


Baca juga artikel lainnya di kategori Religi

Masjid Keramat Luar Batang 10 September 2009

Mengagumi Arsitektur Katedral 27 Agustus 2009

Masjid Istiqlal Kebanggan Muslim Indonesia 14 April 2009

Pura Goa Lawah Yang Wah.. 11 Februari 2009

Masjid Kebon Jeruk 11 Februari 2009

- Seluruh konten kategori -

Translate page



Tambah entry ke direktori Erawisata.com, Gratis tanpa daftar!

Agenda

There are no events at this time

b_pj

b1